[INFO] INISIASI MOA S1

Bangkalan (30/11/2021). Pada Kamis 25 November 2021 bertempat di ruang meeting Institut Dirosat Islamiyah Al-Amien (IDIA AL-AMIEN) Prenduan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IDIA Al-AMIEN mengadakan pertemuan tiga Dekan Fakultas Ekonomi yaitu Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IDIA AL-AMIEN Dr. KH. Holilur Rahman, MHI; Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura Dr. Sutikno S.E., M.E; dan Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Institut Ilmu Keislaman Annuqayah Kiai Ahmad Majdi Tsabit, MM. Kegiatan dan pertemuan ini sebagai bentuk kelanjutan dari kerjasama yang sudah dituangkan dan ditandatangani dalam MoA sebelumnya. Tindak lanjut dari MoA dari ketiga Fakultas Ekonomi tersebut diadakannya acara Focus Group Discussion (FGD) untuk mewujudkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Di dalam acara FGD tindak lanjut MoA tersebut sambutan pertama disampaikan lansung oleh Dekan FEBI IDIA AL-AMIEN Dr. KH. Holilur Rahman, MHI. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa acara ini dilakukan untuk mendesain Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IDIA AL-AMIEN. Desain kurikulum MBKM ini bertujuan untuk melahirkan pedoman pengelolaan MBKM tingkat institusi, kemudian dilanjutkan dengan penyusunan dan penerapan Standart Operasional Prosedur (SOP) MBKM tingkat fakultas dan dilanjutkan dengan instruksi mengimplementasikan program MBKM tingkat program studi.

Sambutan kedua berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Trunojoyo Madura yang disampaikan langsung oleh Dekan FEB UTM Dr. Sutikno S.E., M.E. Dalam sambutannya Dr. Sutikno menjelaskan detail tentang proses konversi dari pedoman peraturan perundang-undangan sampai menjadi rencana pembelajaran semester atau RPS dalam setiap mata kuliah yang menjadi program MBKM. Beliau juga menyampaikan bahwa MBKM ini penting dilakukan, mengingat mahasiswa tergolong zaman milenial dan zelenial. Sehingga MBKM menjadi solusi dalam peningkatan pembelajaran di era disruptif. Oleh karena itu, setiap fakultas khususnya Fakultas Ekonomi berada di garda terdepan dalam mempraktekkan MBKM.

Untuk sambutan terakhir disampaikan oleh Dekan FEBI INSTIKA, Kiai Ahmad Majdi Tsabit, MM., beliau menjelaskan bahwa kondisi sosio-kultural di wilayahnya banyak diisi oleh dosen yang berusia baby boomer, berusia diatas 40 tahun. Kondisi tersebut menjadi satu tantangan tersendiri untuk bisa mengaplikasikan kurikulum MBKM. Namun dengan berkolaborasi dengan beberapa fakultas ekonomi dan bisnis Islam akan memudahkan dalam mengaplikasikan kurikulum MBKM tersebut ujarnya.

Harapan besar tersematkan dari diberlangsungkannya kerjasama ini untuk kesuksesan pembelajaran MBKM yang bisa dilakukan bersama-sama dengan 3 fakultas Ekonomi terbesar di pulau Madura ini. Selain itu, kegiatan dan pertemuan ketiga dekan ini menghasilkan sebuah kesepakatan untuk mempelopori dan memperjuangkan Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Syariah, mengingat Pulau Madura memiliki mayoritas penduduk beragama Islam dan masih memegang teguh nilai-nilai keislamannya. Dengan diperjuangkannya KEK Syariah di Madura, akan memperkuat julukan Madura sebagai “Serambi Madinah” sehingga dapat mewujudkan masyarakat Madura yang Madani. Acara terakhir ditutup dengan pembacaan doa oleh Dekan FEBI IDIA AL-AMIEN dan dilanjutkan dengan prosesi ramah tamah.


(Dirangkum oleh; Siti Masfufa (mahasiswi Prodi Ekonomi Pembangunan)
(Editor : Alifah Rokhmah Idialis (Dosen Jurusan Ilmu Ekonomi)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.